Memang pelayanan haji setiap tahun mengalami peningkatan, dan selalu di peringkat oleh pemerintah, bagaimana indeks kepuasan jemaah haji 2019?

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis indeks kepuasaan jamaah haji Indonesia tahun 1440 H/2019 hijriah, di kantornya, di Jakarta. Kepala BPS Suhariyanto menyatakan indeks kepuasan jamaah haji Indonesia (IKJHI) di Arab Saudi pada tahun ini sebesar 85,91.

“Ini dapat dilihat, ada kenaikan sebesar 0,68 dibandingkan dengan 2018, yang pada tahun lalu itu sebesar 85,23. Sedangkan pada 2017 itu 84,85. Sebelum 2014, indeks kepuasannya fluktuatif, pada 2011 naik tapi 2012 itu turun. Masih goyang pelaksanaannya,” tutur dia.

Namun pada tahun 2015 hingga tahun 2019 ini, indeks kepuasannya selalu menunjukkan progres yang menggembirakan. “Kalau 100 itu terlalu idealis. Saya pikir (indeks kepuasan tahun) ini progres yang luar biasa, kita perlu beri apresiasi kepada pak menteri dan seluruh jajarannya,” ujarnya.

Bila dirinci menurut jenis pelayanan, indeks kepuasan tertinggi terdapat pada pelayanan transportasi bus shalawat, yaitu sebesar 88,05, disusul pelayanan ibadah 87,77, pelayanan katering non-Armuzna 87,72, pelayanan petugas 87,66, pelayanan bus antarkota 87,35, pelayanan akomodasi hotel 87,21, pelayanan lain-lain 85,41, pelayanan katering di Armuzna 84,48, pelayanan transportasi bus Armuzna 80,37, dan pelayanan tenda di Armuzna 76,92.

Indeks BPS tersebut juga mengukur kepuasan pelayanan di empat lokasi, yakni Makkah, Madinah, Bandara dan Armuzna. Berdasarkan empat itu, indeks kepuasan jamaah di bandara menduduki peringkat teratas dengan angka 87,94, kemudian Makkah 87,89, Madinah 86,44, dan Armuzna 82,57.Indeks kepuasan jamaah haji.(Dok BPS)

Dilihat dari kenaikan indeks kepuasan jamaah haji dari 2018, maka pelayanan hotel mengalami peningkatan terbesar dengan angka kenaikan sebesar 1,19 poin, dari 86,02 menjadi 87,21. Berikutnya adalah pelayanan katering non-Armuzna naik sebesar 0,81 poin dari 86,91 menjadi 87,72.

Sementara penurunan poin yang paling rendah berada pada pelayanan bus antarkota sebesar -0,90 poin dari 88,25 menjadi 87,35. Pelayanan transportasi bus Armuzna juga turun sebesar -0,72 poin dari 81,09 menjadi 80,37.

Lebih lanjut, Suhariyanto menjelaskan indeks kepuasaan terkait pelayanan petugas haji. Dia mengatakan bahwasanya, sejak 2010 sampai sekarang, rata-rata nilai indeks pelayanan petugas haji berada di atas 85,00. Artinya, telah memenuhi kriteria sangat memuaskan.

Namun, indeks pelayanan petugas haji tahun ini menurun sebesar -0,03 poin jika dibandingkan tahun lalu. Meski menurun tipis, indeks pada kategori tersebut masuk kriteria sangat memuaskan.

Sementara, untuk indeks pelayanan ibadah, ada kenaikan sebesar 0,65 poin ketimbang tahun lalu. Pada indeks ini, peningkatan tertinggi ada pada komponen kecepatan menanggapi permasalahan yang dialami jamaah haji sebesar 1,37 poin, disusul pelayanan khusus untuk jamaah haji lansia sebesar 1,36 dan kemampuan pembimbing ibadah memimpin jamaah sebesar 1,21 poin.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, yang menghadiri agenda BPS ini, menanggapi soal rendahnya indeks kepuasan jamaah haji di Armuzna. Dia pun mengakui pemerintah Indonesia tidak bisa melakukan banyak hal di Armuzna karena kewenangan di sana berada di tangan Arab Saudi. Misalnya terkait pelayanan transportasi bus di Armuzna. Pelayanan tersebut merupakan kewenangan Arab Saudi. Pengadaan tenda di Mina juga sepenuhnya kewenangan pemerintah Arab Saudi. Persoalan di Mina ini, diakuinya, selalu menjadi keluhan karena daya tampungnya yang terbatas. Selain masalah tenda, di Mina juga terdapat masalah lain, seperti toilet yang tidak memadai.