Wisata syariah memang lagi booming tetapi bagaimana dengan wisata religi di kalangan masyarakat?, bagaimana wisata religi di Arab Saudi?

Banyak negara saat ini menerapkan wisata berbasis syariah. Wisata berbasis syariah ini berbeda dengan wisata religi. Wisata syariah pada dasarnya adalah wisata di suatu daerah yang sudah tidak ada minum keras atau makanan atau olahan yang mengandung daging haram.

Beberapa kota yang ada di Indonesia telah menerapkan wisata syariah. Namun, juga terdapat beberapa kota yang ada di Indonesia juga menerapkan wisata religi, terlebih kota-kota yang banyak makam wali.

Beda halnya dengan di Arab Saudi yang setiap hari dikunjungi orang untuk melakukan ibadah haji atau umrah. Dalam berlibur, setiap orang selalu menggunakan visa. Begitupun juga di Arab Saudi, Indonesia atau negara-negara lain.

Saat ini Negara Arab Saudi tengah berupaya mendulang penghasilan dari sektor wisata religi. Beberapa kebijakan telah diambil guna mendukung misi tersebut, salah satunya menerbitkan visa turis untuk 49 negara. Ini adalah kali pertama Riyadh mengeluarkan visa turis. Sebab sebelumnya Arab Saudi hanya menerbitkan visa untuk keperluan ibadah haji atau umrah. 

Selain itu, Arab Saudi kini telah melonggarkan peraturan yang mewajibkan turis wanita mengenakan abaya di ruang publik. Turis wanita juga diizinkan menginap sendirian di hotel. Wanita yang ada di Arab Saudi turut dapat menikmati pencabutan larangan tersebut. 

Sebelumnya Arab Saudi melarang wanita di negaranya melakukan perjalanan atau menginap di hotel sendirian. Saat ini larangan itu tak diberlakukan lagi. Mereka yang ingin menginap di hotel, misalnya, cukup menunjukkan kartu identitas yang masih berlaku.  

Hal ini pastilah membuka banyak keuntungan untuk Arab Saudi, karena sejarahnya di Arab Saudi sangat banyak dan pastinya akan dikaji oleh para Ilmuan dari berbagai negara.