Perkembangan teknologi mengakibatkan banyak yang berkembang di masyarakat, mulai dari masjid pintar, kota pintar maupun perkembangan yang lainnya.

Perkembangan teknologi menjadikan ilmuan-ilmuan bermunculan, selain itu perusahaan-perusahaan juga mulai mengembangkan kecanggihan teknologi ini. Kecanggihan teknologi memang mendapatkan dampak positif dan negatif, diantaranya adalah semakin menguntungkan manusia, karena dapat membantu meringankan beban manusia. Kemarin, akan menjadikan masjid pintar, pada kali ini, bukan hanya masjid pintar saja, tetapi sudah ke smart city.

Gubernur Makkah sekaligus Ketua Komite Haji Arab Saudi, Pangeran Khalid Al-Faisal, mengatakan bahwasanya Makkah dan semua situs suci di sana akan dibangun menjadi smart city.

Pengerjaan akan dimulai tahun ini atau lebih tepat seusai musim haji tahun 2019. Pangeran Khalid mengatakan bahwasanya, Komisi Kerajaan telah mencapai konsensus tentang studi awal untuk pengembangan menuju smart city tersebut. Kajian teknisnya dilaporkan sudah tuntas.

“Segera setelah musim haji ini, kami akan mulai membangun model pengembangan di Mina, yang mencakup perumahan dan perkemahan,” kata Pangeran Khalid pada Agustus lalu sebagaimana dikutip dari laman salaamgateway.com.

Pangeran Khalid mengatakan bahwasanya, proyek di Mina akan tuntas pada tahun 2020. Namun ia akan melihat terlebih dahulu hasilnya sehingga bisa memberikan tambahan jika belum sesuai target awal.

“Pengembangan situs akan berlanjut sampai Makkah dan situs suci untuk dijadikan smart city dan akan selesai dalam beberapa tahun mendatang”, kata Pangeran Khalid. Namun, ia tak menyebut secara rinci smart city seperti apa yang akan diwujudkan di tanah suci itu.

Adapun untuk ibadah haji tahun ini, Kementerian Media Arab Saudi mengaku sudah menerapkan sejumlah teknologi cerdas. Pemanfaatan teknologi itu berupa layanan digital dan aplikasi seperti “Hajj and Umrah Navigator” dan “Health and Our Rituals”.

“Proyek yang baru-baru ini diluncurkan Kementerian Haji dan Umrah meliputi platform haji yang cerdas, inisiatif pengawasan layanan untuk meningkatkan layanan bus dan tempat tinggal. Program pengelompokan haji yang menggunakan sistem elektronik juga dimanfaatkan untuk mengelola dan memantau semua jemaah,” kata Kementerian Media.

Negara Arab Saudi sudah mulai merambah ke teknologi informasi, bahkan akan menjadikan sebagai smart city dan beberapa masjid menjadi masjid pintar. Inilah yang harus diacungi jempol, karena dapat memanfaatkan perkembangan teknologi.