Banyak yang berkata bahwa menikah akan mendapatkan banyak rezeki, tetapi mengapa juga banyak orang yang masih miskin ketika sudah menikah?

Banyak yang bilang, jika menikah akan menambah rezeki, atau bahkan rezekinya dua orang dijadikan satu dan akan ditambah oleh Allah. ada juga yang bilang, jika memiliki anak akan mendapatkan rezeki masing-masing juga. Namun, banyak juga yang mengatakan bahwasanya, setiap anak rezekinya tidak selalu pada materi. Fokus bahasan kita kali ini adalah mengenai menikah dapat menambah rezeki, tapi di masyarakat, banyak yang sudah menikah, tetapi masih miskin saja, mengapa demikian?

Allah SWT berfirman, “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S An-Nur :32)

Banyak hadist maupun ayat suci Al-qur’an yang menerangkan tentang perkawinan dan kemiskinan. Salah satu hadistnya adalah “Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.” Umar bin Al-Khattab juga mengatakan semisal itu. (Tafir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5:533).

Saat ini, ada yang sudah menikah namun belum diberi kecukupan atau kekayaan?, kenapa bisa demikian?,

Terdapat beberapa alasan yang disebutkan oleh para ulama sebagaimana yang telah diutarakan oleh Syaikh Musthafa Al-‘Adawi :

  1. Kecukupan itu tergantung kehendak Allah. sebagaimana Allah SWT berfirman :

“Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki.” (Q.S At- Taubah:28)

  • Umumnya, orang yang menikah akan diberi kecukupan rezeki oleh Allah.
  • Jika yang menikah tadi dengan menikahnya ingin menjaga kesucian diri, itulah yang membuat Allah beri kecukupan (sebagaimana janji dalam hadist yang disebutkan diatas).
  • Kecukupan itu diperoleh bagi yang bertakwa kepada Allah dan mencari sebab yang syar’i untuk mendapatkan rezeki.
  • Yang dimaksud ghina (cukup atau kaya) di sini adalah kaya hati atau hati yang selalu merasa cukup (qana’ah).
  • Yang dimaksud adalah Allah beri kecukupan dengan karunia-Nya dengan yang halal sehingga ia terjaga dari zina.
  • Kekayaan itu diperoleh karena jatah rezeki untuk suami bergabung dengan rezeki istri.

Telah dijelaskan bahwasanya menikah akan mendapatkan rezeki yang berlimpah. Seperti yang kita ketahui, rezeki tidak hanya berupa materi saja, tetapi juga kenikmatan hidup atau ketenangan dalam hidup. Rezeki juga bisa berupa kekuatan dalam menghadapi kehidupan maupun yang lainnya.