Dzikir biasanya selalu diucapkan oleh umat muslim setiap hari bahkan setiap detiknya. dzikir bisa berguna sebagai penenang hati dan pembersih hati.

Membersihkan hati sangat sulit karena banyaknya penyakit hati yang tidak terlihat tetapi dapat ditangkap dengan hati. Banyak cara yang dilakukan oleh manusia untuk membersihkan hatinya dari penyakit hati. Mulai dari berpuasa sunnah, sedikit menghindari kontak dengan orang lain atau guyonan yang berlebihan, maupun yang lainnya.

Namun, berikut ini terdapat cara kaum sufi membuang penyakit hati adalah dengan riyadhah dan latihan-latihan yang antara lain meliputi bertaubat, membersihkan Tauhid, taqarrub kepada Allah, mengikuti Sunnah Nabi, memperbanyak ibadah, qiyamul lail, tidak memakan/meminum makanan/minuman yang haram, tidak menghadiri tempat yang menambah nyala api hawa nafsu, tidak melihat pemandangan yang haram, dan menahan diri dari ajakan syahwat.

Riyadhah dan latihan khusus kaum Sufi untuk membersihkan hati adalah dengan DZIKRULLAH, berdzikir dengan menyebut nama Allah. Hal ini dilandaskan pada Firman-firman Allah SWT dalam Al-Qur’an seperti:

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu; dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)- Ku.” (Al-Baqarah 152).

Pengertian umum dzikir adalah mengingat Allah; dengan demikian, setiap ibadah (baik yang fardlu maupun sunnat) seperti sholat, zakat, puasa, haji, baca Qur’an, da’wah, belajar, berusaha, dll yang dilakukan semata atas nama Allah atau dengan mengingat Allah adalah dzikir. Akan tetapi disamping melaksanakan hal-hal tersebut, kaum Sufi melaksanakan Thariqat-dzikir secara khusus yang merupakan cara pembersihan ruh pada sisi Allah (hati) secara Sufi, yaitu dengan menyebut LAILAA HA ILLALLAH.

Setiap guru/mursyid pasti sudah memberikan ijazah kepada murid-muridnya. Akan tetapi, yang paling sering adalah diberikannya dzikir LAILAA HA ILLALLAH terkadang sebanyak 100 kali atau sebanyak 1000 kali. semuanya tergantung kemampuan pada masing-masing individu. Yang terpenting, tetap jaga lisan dan perkataan agar tidak menyakitkan hati orang lain dan selalu berdzikir kepada Allah SWT untuk mendapatkan ketenangan hati dan sedikit menghilangkan penyakit hati. Tidak hanya menjaga perkataan dan lisan saja, tetapi juga menjaga tingkah laku dan perbuatannya.