make up dan wanita memang tidak bisa dipisahkan, namun, bagaimana hukumnya jika sholat masih menggunakan make up?, apakah sah shalatnya?

Dalam Islam, erat kaitannya jika seorang muslimah berdandan. Terlebih ketika sedang ada acara yang mengharuskan dirinya untuk berdanda, salah satunya adalah acara pernikahan maupun acara wisudaan. Hukum berdandan atau bersolek dalam Islam boleh, bahkan dianjurkan untuk berdandan atau berhias bagi wanita atau laki-laki.

Sesungguhnya Allah berfirman :

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu  yang indah setiap (memasuki) mesjid. Makan dan minumlah, tapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”(Q.S. Al-A’raff, 7 : 31)

Memang boleh berdandan dan berhias dalam Islam, tetapi tetap jangan berlebihan. Namun, bagaimana hukumnya sholat dengan menggunakan make up dalam Islam?, yuk kita simak penjelasannya :

Yang kita tahu di pasaran, banyak sekali merk jan jenisnya. Salah satu jenis kosmetik yang paling disukai oleh wanita adalah kosmetik yang berjenis waterproof. Kosmetik jenis ini adlaah kosmetik yang tahan air karena bahan dasarnya terbuat dari minyak silikon (silicon-based oil). Kosmetik ini sangat disenangi karena awet dan tidak mudah pudar, apalagi jika sedang menghadiri acara tertentu. Air saja tidak bisa menghilangkan kosmetik ini dari wajah, paling tidak harus menggunakan alat pembersih khusus seperti face tonic dan milk cleanser.

Lalu bagaimana jika ia akan mengambil wudhu? Apakah wudhunya sah?

Banyak wanita yang malas atau bahkan enggan menghapus make up nya terlebih dahulu sebelum berwudlu. Bahkan tidak jarang ada yang meninggalkan sholat hanya karena tidak ingin menghapus make upnya.

Menurut Dr. Isnawati Rais,MA, salah satu dosen Ilmu Hadist di Fakultas Syariáh, UIN Jakarta, menyatakan bahwa syarat sahnya wudhu adalah sampainya air ke kulit.

Pernyataannya ini juga pada sebuah riwayat dari sebahagian sahabat Nabi bahwasanya Rasulullah pernah melihat seorang lelaki shalat namun pada punggung kakinya terdapat kilatan sebesar mata uang dirham yang tidak tersentuh air (wudhu).

Lalu Rasul menyuruhnya untuk mengulangi wudhu dan shalatnya. (HR. Abu Daud:175).

Dari hadist di atas dapat disimpulkan bahwa tidak sah shalatnya seorang wanita jika ia memakai make up saat berwudhu. Sebaiknya hapus terlebih dahulu (terutama jika yang dipakai adalah make up jenis waterproof) seluruh make up agar air wudhu dapat sampai ke kulit hingga wudhu menjadi sempurna. Tapi jika ia menggunakan make up setelah berwudhu maka wudhunya sah,begitu pula dengan shalatnya tentu menjadi sah karena air telah membersihkan sampai sempurna hingga ke kulit. Jika tidak ingin menghapus make upnya, bisa berwudlu dahulu sebelum berdanda, tapi pastikan bedak dan semua peralatan make up nya tidak terbuat dari bahan najis yaa, dans elalu jaga wudlu. Terutama tidak boleh bersentuhan antara perempuan dan laki-laki dan tidak boleh kentut.