Setiap daerah saat ini sedang mempersiapkan pembuatan paspor untuk calon jemaah haji. paspor dibuat hanya sampai ke Wilayah Provinsi.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Semarang, Taufiqurrahman menambahkan, untuk proses persiapan penyelenggaraan haji 2020 saat ini sampai pada tahapan penyelesaian pembuatan paspor calon jemaah haji. Pada hari Rabu dan kamis lalu, Kabupaten Semarang dijadwalkan melakukan perekaman pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Semarang di Krapyak.

Diperkirakan proses pembuatan paspor haji ini sudah beres di Februari ini. Setelah pembuatan paspor rampung, selanjutnya akan dikirim ke Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah untuk dilakukan pembuatan visa.

“Insya Allah untuk tahun ini pembuatan visa cukup sampai di provinsi dan tidak ke Jakarta, dengan menggunakan sistem scan register di Kantor Wilayah Kemenag Provinsi,” ujarnya.          
Berkaitan dengan biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sudah disepakati oleh DPR RI besaran biayanya adalah Rp 35.235.602 atau masih sama seperti biaya pada penyelenggaraan haji 2019. Kendati demikian, fasilitas haji 2020 direncanakan akan lebih baik dari penyelenggaraan haji tahun kemarin.

“Prinsipnya, biayanya tetap sama tetapi fasilitas yang diberikan kepada calon jemaah haji Insya Alah akan lebih dari tahun kemarin,” kata Taufiq. 
Sedangkan terkait dengan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji, hingga saat ini tinggal menyisakan 10 orang calon jemaah yang belum selesai pemeriksaan kesehataannya. Kendalanya diantaranya calon haji masih berada di luar kota atau ada yang karena faktor kondisi kesehatannya belum memungkinkan untuk melakukan pemeriksaan.

Selain itu, calon jemaah haji Kabupaten Semarang yang dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada tahun ini, masih ada satu orang calon jemaah yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan karena keberadaannya. Kantor Kemenag Kabupaten Semarang melalui Kantor Urusan Agama (KUA) sedang berusaha menemukan yang bersangkutan.

Sebab saat didatangi ke rumahnya tidak ada dan tetangganya juga tidak mengetahui keberadaannya sekarang. Berkaitan dengan hal tersebut, Taufiq berharap calon jemaah yang bersangkutan bisa segera diketahui keberadaannya.

“Kalau memang merantau, merantau ke mana, kalau memang pindah alamat pindah ke mana, kami terus berusaha menemukannya,” kata Taufiq.

Ia juga mengungkapkan bahwasanya, ada yang menarik untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, yakni terdapatnya pelaksanaan manasik haji sepanjang tahun yang dilaksanakan KUA di masing-masing kecamatan. Hal ini sangat membantu penguasaan jemaah terhadap manasik hajinya.

Jika sebelumnya, setiap tahun itu hanya ada dua kali manasik di kabupaten dan enam kali manasik di kecamatan, sekarang sedang berlangsung bimbingan manasik sepanjang tahun yang juga bisa diikuti calon jemaah haji yang akan berangkat tahun berikutnya. Dengan memperbanyak manasik ini, bakal mematangkan manasik haji para calon jemaah agar nanti bisa menjadi jemaah haji mandiri.

“Artinya mandiri itu tetap bisa melaksanakan ibadah haji walaupun tanpa bimbingan orang lain,” ujarnya.