Pemerintah telah menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 ini di tengah adanya wabah virus corona yang ada di Indonesia.

Meskipun adanya wabah virus corona yang tersebar di Indonesia, atau bahkan di negara-negara lain, namun pelaksanaan ibadah haji juga akan dilakukan sebentar lagi. Pemerintah Indonesia harus tetap melaksanakan persiapan penyelenggaraan.

Pemerintah terus melaksanakan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1441 H/2020 M, termasuk salah satunya penyiapan petugas haji. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid saat membuka seleksi petugas haji non-kloter tingkat pusat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Zainut menyebutkan bahwasanya pemerintah berkomitmen untuk tetap melaksanakan persiapan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. “Rangkaian rekrutmen petugas haji ini sangat penting, di mana semua aspek unit manajemen penyelenggaraan harus berjalan sesuai dengan waktu yang ditetapkan,” ujar Zainut.

Sesuai rencana perjalanan haji (RPH) 1441 H/2020 M, pemberangkatan jemaah haji kloter pertama akan dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2020, sedangkan kloter terakhir pada tanggal 25 Juli 2020. Pelaksanaan wukuf di Arafah jatuh pada tanggal 30 Juli 2020.

Adapun pemulangan jemaah haji yang pertama akan dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2020, sedangkan jadwal akhir pemulangan pada tanggal 4 September 2020. “Dengan demikian maka petugas haji harus sudah tersedia semuanya (sebelum keberangkatan jemaah),” katanya.

Senada dengan Wamenag, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali menyampaikan penyiapan petugas haji mulai dari rekrutmen hingga pelatihan tetap berjalan sesuai RPH. “Yang pertama, pada tanggal 4 Februari 2020 telah dilaksanakan seleksi PPIH kloter dan PPIH Arab Saudi tingkat kabupaten/kota, dan ini untuk pertama kalinya dilakukan dengan sistem CAT,” kata Nizar.

Selanjutnya, pada tanggal 13 Februari 2020 telah dilakukan seleksi PPIH Arab Saudi tingkat kantor wilayah. Pada tanggal 28 Februari 2020, dilaksanakan pelatihan PPIH kloter di 13 embarkasi. Pelatihan ini berlangsung selama 10 hari.

Seleksi petugas non-kloter atau PPIH Arab Saudi tingkat pusat dilaksanakan Rabu bulan lalu. Selanjutnya, peserta yang lolos seleksi akan melaksanakan pelatihan selama 10 hari. Pelatihan iniĀ direncanakan dimulai pada tanggal 10 April mendatang.