Ini adalah upaya yang dilakukan pemerintah Arab Saudi terkait adanya penyebaran virus corona yang tersebar di seluruh dunia.

Saat ini, virus corona sudah tersebar sekitar 200 negara di dunia, angka kematianpun cukup banyak. Namun, yang perlu diketahui juga, angka kesembuhan pasien positif corona pun juga banyak. Banyak wrga masyarakat China mengatakan bahwa, seringnya diberitakan berita kesembuhan dapat mengurangi kepanikan masyarakat saat ini.

Salah satu negara yang terkena virus corona adalah Arab Saudi. Jauh sebelum Indonesia, Arab Saudi sudah melarang pemberangkatan umrah yang dilakukan pada saat ini. pemerintah Arab Saudi pun sudah menutup beberapa akses kerumunan orang-orang. Hingga ada video yang tersebar di kalangan masyarakat, yakni sangat jarang orang yang melakukan tawaf hingga adanya sekelompok burung yang mengitari ka’bah kala itu.

Warga di Arab Saudi dilarang memasuki atau keluar dari Jeddah mulai pada hari Ahad kemarin. Menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri dilakukan dalam upaya untuk memperlambat penyebaran virus korona.

Seperti yang dilansir dari Suai Press Agency, jam malam yang diberlakukan di Jeddah juga akan dimulai pukul 15.00 sore, bukannya pukul 19.00 malam seperti sebelumya. Jadi langkah ini merupakan pembatasan terbaru di tengah pendemi Corona yang sedang berlangsung.

Raja Salman pun sudah menyetujui langkah-langkah pembatasan pada pekan lalu. Raja Salman mengeluarkan larangan bagi penduduk yang tinggal di  di 13 wilayah Kerajaan Arab Saudi, Riyadh, Makkah, dan Madinah juga sudah ‘dikunci’ mulai Kamis lalu. Di sana jam malam pun diberlakukan mulai pukul 15.00 malam, dan bukannya dimulai pukul 19 malam lagi.

SPA melaporkan bahwasanya, pengecualian jam malam masih berlaku untuk mereka yang berada di sektor publik dan swasta yang vital seperti keamanan, militer, dan media. Mereka yang bekerja di layanan kesehatan juga dikecualikan dari jam malam.

Mal dan taman pun telah ditutup semenjak awal bulan ini. Sementara itu, restoran dan kafe dilarang menyajikan makanan dan minuman di tempat mereka, dan lebih disarankan untuk dibungkus dan dinikmatin di Rumah masing-masing. Kehadiran di tempat kerja baik di lembaga pemerintah dan swasta juga telah ditangguhkan tanpa batas waktu. Hal ini juga ada pengecualian bagi mereka yang bekerja pada sektor kesehatan, keamanan, dan militer.