Inilah panduan beribadah di tengan adanya virus corona di bulan Ramadhan Tahun ini, apa saja ya?, yuk ketahui dan mari kita lakukan!

Bulan suci Ramadhan selalu di tunggu-tunggu oleh semua umat muslim di dunia. Banyak umat muslim yang merindukan kedatangan Bulan ini. Bulan yang penuh dengan Rahmat dan ampunan. Bulan yang penuh dengan kasih sayang dari Allah SWT.

Namun, di tahun 2020 ini, bulan Ramadhan bertepatan dengan datangnya wabah virus corona yang melanda seluruh dunia. Akibatnya, pelaksanaan ibadah umrah di bulan Ramadhan ditiadakan oleh pihak Arab Saudi. Hal ini dilakukan untuk menjaga Masjidil Haram dan Masjid Nabawi supaya selalu steriil dan dapat digunakan untuk ibadah haji nantinya.

Pelaksanaan ibadah haji di tahun ini pun masih menunggu kebijakan dari pemerintah Arab Saudi apakah dilanjutkan dengan berbagai skenario atau ditiadakan dan digantikan di tahun depan. Wabah virus corona ini juga menyerang Indonesia dan mungkin sedang dalam tahap puncak. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menyiapkan panduan beribadah di Bulan Ramadhan dengan mencegah, mengurangi penyebaran virus corona ini. berikut ini adalah panduan beribadah yang diberikan oleh pihak Kementerian Agama :

  1. Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti. Tidak perlu sahur on the road atau ifthar jama’i buka puasa bersama. Hal ini memang biasanya dilakukan oleh masyarakat Indonesia. namun, pada tahun ini, masyarakat tidak diperbolehkan untuk keluar rumah dan tidak diperbolehkan berkerumun dengan orang banyak serta tidak diperbolehkan untuk makan di tempat.
  2. Shalat tarawih dilakukan secara individual atau berjama’ah bersama keluarga inti di rumah. Shalat tarawih tentunya bisa dilakukan di rumah masing-masing dengan panduan yang bisa di lihat di internet.
  3. Tilawah atau tadarrus Al-Qur’an dilakukan di rumah masing-masing. Akan lebih baik jika di Bulan Ramadhan diisi dengan tadarrus Al-Qur’an dengan menghatamkan 30 juz di Bulan Ramadhan.
  4. Tidak melakukan iktikaf di sepuluh malam terakhir di Bulan Ramadhan di masjid atau mushola. Anda bisa menggantinya dengan melakukan ibadah di rumah masing-masing, tentunya dengan kekhusyu’an yang lebih. Anda juga dapat menambah ibadah dengan sholat malam dan membaca Al-qur’an serta dzikir-dzikir malam untuk menenangkan hati.

Itulah panduan yang diberikan oleh pihak Kementerian Agama Indonesia. lebih baik kita lakukan dengan senang hati dan selalu mematuhi aturan yang diperintahkan oleh pemerintah demi kesehatan kita masing-masing.