Perpanjangan pelaksanaan sholat berjamaah di Arab Saudi ini terkait banyaknya kasus virus corona yang tersebar di Arab Saudi.

Negara Indonesia telah memberikan panduan beribadah ketika bulan Ramadhan ke masyarakat di tengah adanya virus corona yang tersebar di seluruh dunia ini. hal tersebut juga diterapkan oleh negara Arab Saudi. Arab Saudi memperpanjang penangguhan pelaksanaan sholat berjemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Hal itu juga akan berlangsung selama Ramadhan. 

“Kedua masjid, yang dipandang sebagai tempat paling suci dalam Islam, akan melaksanakan sholat Ramadhan, tetapi tanpa jemaah sebagai tindakan pencegahan serta meningkatkan operasi disinfeksi,” kata Kepresidenan Dua Masjid Suci melalui akun Twitter-nya. 

Pada hari Senin lalu, Arab Saudi mencatat sebanyak 1.122 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir, terhitung sejak hari Ahad (19/4). Dengan demikian, saat ini Arab Saudi memiliki 10.484 kasus. 

Sebanyak enam kematian baru dan membuat korban meninggal akibat Covid-19 menjadi 103 jiwa. Semua korban terbaru merupakan warga asing. Lima di antaranya berada di Makkah dan satu lainnya di Jeddah.   

Menurut Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq ar-Rabiah, melonjaknya kasus baru Covid-19 selama tiga hari terakhir disebabkan meluasnya program pengujian. Tim medis melakukan tes massal Covid-19 di seluruh wilayah Arab Saudi sejak hari Jumat pekan lalu.  

Lonjakan kasus yang seolah tiada henti ini makin membuat Menteri Kesehatan mendesak warga dan penduduk agar mematuhi aturan kerajaan untuk membantu menahan penyebaran virus corona. “Kita terbiasa berpartisipasi aktif dalam pertemuan sosial dan mengunjungi keluarga selama Ramadhan, tetapi tahun ini akan berbeda. Kita harus mematuhi langkah-langkah kehati-hatian dan mempraktikkan jarak sosial untuk mengendalikan virus,” ujarnya.

Mufti Besar Arab Saudi, Syekh Abdul Aziz bin Abdullah al-Sheikh, pada hari Jumat juga menyarankan masyarakat Arab Saudi untuk melakukan sholat Tarawih berjemaah dan sholat Id di rumah sebagai tindakan pencegahan untuk membantu pihak berwenang memerangi pandemi.

Dengan lonjakan kasus Covid-19 di Arab Saudi yang semakin banyak, mengakibatkan pelaksanaan ibadah umrah di bulan Ramadhan di tiadakan terlebih dahulu. Untuk mencegah menyebarnya virus corona.