Inilah ketentuan sholat tarawih dan tadarus al-qur’an di tengah adanya wabah virus corona ini, yuk ketahui, apa saja himbauannya

Bulan puasa sudah di depan mata. Bulan yang penuh dengan Ampunan dan keberkahan. Bulan suci Ramadhan selalu dinantikan oleh semua umat muslim di dunia. Namun, pelaksanaan ibadah puasa di tahun ini sedikit ada perbedaan. Dimana pada tahun ini dunia sedang terkena wabah atau pandemi virus corona yang tersebar di hampir semua negara di dunia ini.

Dengan tersebarnya virus ini, mengakibatkan pelaksanaan ibadah umrah di bulan Ramadhan di hentikan untuk sementara waktu sampai waktu yang tidak ditentukan. Selain ibadah umrah yang dihentikan, masyarakat umum Arab Saudi juga tidak diperbolehkan untuk masuk ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. hanya petugas saja yang diperbolehkan masuk.

Di Indonesia, pelaksanaan Sholat tarawih juga memiliki ketentuan tersendiri, pemerintah Indonesia menghimbau kepada masyarakat Indonesia melalui surat edaran yang tersebar bahwasanya masyarakat Indonesia tidak diperbolehkan melakukan sholat tarawih berjama’ah di masjid. Dan dihimbau untuk melakukan sholat tarawih di rumah masing-masing bersama keluarga.

Akan tetapi, terdapat beberapa tata cara pelaksanaan sholat tarawih yang diberikan oleh pengurus Nahdlatul Ulama’ diantaranya adalah :

  1. Bagi yang merasa khawatir dengan adanya penyebaran virus corona (Covid-19) maka disilahkan untuk melaksanakan sholat tarawih di rumah masing-masing. Bisa dilakukan dengan berjama’ah bersama keluarga inti.
  2. Bagi yang ingin melaksanakan sholat tarawih di masjid/mushola, maka dihimbau untuk memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut ini : 1. Membawa sajadah sendiri-sendiri karena karpet masjid/mushola tidak di pasang, 2. Sebelum masuk masjid/mushola diharuskan untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun terlebih dahulu, 3. Menjaga jarak antar jama’ah, dengan menempati tempat yang telah disediakan dengan satu tanda, 4. Setelah melakukan sholat, tidak perlu berjabat tangan, 5. Diharapkan memakai masker

Sedangkan untuk tadarrus Al-Qur’an, tetap dilaksanakan sampai pukul 22.00 wib dengan menggunakan speaker atas, setelah pukul 22.00 wib menggunakan speaker dalam masjid/mushola.

Diharapkan semua masyarakat Indonesia mematuhi aturan yang telah ditetapkan sesuai dengan himbauan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Karena kebijakan setiap daerah berbeda-beda.