Inilah pelasanaan Ramadhan di negara Malaysia, akankah sama dengan di Indonesia kebijakannya?, yuk ketahui apa saja pelaksanaannya!

Semua umat muslim di dunia telah menjalani ibadah puasa pada hari ini, begitu juga di negara Malaysia. Negara ini bersebelahan langsung dengan negara Indonesia. Bahkan, banyak dari mahasiswa-mahasiswi Indonesia yang melakukan perkuliahan atau berkuliah di Malaysia, tak jarang juga ada santri atau mahasiswa Malaysia yang belajar di Indonesia.

Negara Malaysia saat ini juga sedang dalam masa tanggap menangani pandemi corona. Hingga pada akhir bulan Maret, pemerintah Malaysia menarik atau memulangkan santri atau mahasiswanya dari Indonesia.

Bulan Ramadhan ini sangat di tunggu-tunggu oleh semua umat muslim di dunia, tanpa terkecuali umat muslim di Malaysia. Bulan puasa tahun ini menjadi sangat berat karena adanya virus corona sehingga pemerintah pusat menerapkan berbagai kebijakan sesuai dengan kemampuan negara masing-masing.

Negara Malaysia hampir sama dengan pencegahan di Indonesia  dengan menerapkan sistem lockdown. Seperti yang dilansir dari tayangan youtube Kompas TV, momen berbeda yang dialami oleh salah satu mahasiswa asal Indonesia Afran ramadhan yang kuliah di University Of Malaya.

Salah satu pria yang tinggal di Petailing Jaya ini menjelaskan bahwasanya di Malaysia memperpanjang lockdown sampai tanggal 12 Mei 2020. Menurutnya, utnuk bahan makanan yang ada di Malaysia masih tidak ada penutupan untuk membeli bahan makanan.

Pada hari pertama sahur, Arfan menjelaskan bahwasanya jika sebagian banyak warga Malaysia memilih untuk membeli bahan mentah yang kemudian dimasak sendiri di rumah.

Hal ini dikarenakan untuk kedai makanan hanya dibuka di pagi hari hingga petang. Di Malaysia, penerapan lockdown sangat ketat hingga ada yang terkena denda. Untuk mobil hanya bisa digunakan maksimal 2 orang di dalamnya. Sedangkan utnuk patroli polisi dan tentara dilakukan dengan menggunakan mobil dan sepeda motor.

Pelaksanaan ibadah sholat tarawih dan sholat jum’at di negara ini tidak diperbolehkan, hal ini dilakukan karena untuk mengurangi penyebaran virus corona di negara ini. memang, setiap negara memiliki kebijakan masing-masing.