Ternyata, Penetapan awal Bulan Ramadhan di tahun ini mengalami perbedaan di daerah Timur Tengah, benarkah demikian, daerah mana saja?

Banyak negara yang melakukan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan mengawalinya pada hari kemarin, tetapi ternyata di timur tengah penetapan awal Ramadhan tidak jatuh pada hari Jum’at. Terdapat beberapa negara yang tidak melihat hilal hilal pada hari kamis yang artinya tidak melakukan ibadah puasa di hari jum’at.

Pada tahun ini, pandemi virus corona telah menyebabkan sebagian besar dari 1,8 miliar Muslim di dunia tidak bisa melaksanakan ibadah di masjid, terlebih di dua masjid suci, yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Semua umat muslim tidak diperbolehkan untuk memasuki masjid-masjid besar di seluruh dunia.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan mengurangi tersebarnya virus corona. Hanya para petugas saja yang diperbolehkan masuk ke masjid tersebut.

Seperti yang dilansir dari Associated Press (AP), pada hari Jum’at tanggal 24 April 2020 bahwasanya tidak ada pertemuan besar seperti buka bersama yang sudah menjadi tradisi di negara tersebut. Pernyataan itu dikeluarkan oleh Saudi Press Agency (SPA) milik kerajaan dan Emirat membuat pengumuman melalui kantor berita WAM juga milik pemerintah.

Oman mengatakan bahwasanya bulan puasa akan dimulai pada hari Sabtu (25 April 2020), karena otoritas keagamaan kesultanan tidak melihat bulan sabit pada hari kamis (23 April 2020). Di Iran, Ramadhan diperkirakan juga akan dimulai pada hari Sabtu.

Muslim mengikuti kalender Islam dan metodologi pengamatan bulan dapat menyebabkan berbagai negara menyatakan awal Ramadhan berbeda antara satu sampai dua hari. Memang sudah biasa ketika perbedaan penetapan awal Bulan Ramadhan ini di berbagai negara.

Tergantung kebijakan pemerintah pusat apakah menggunakan perhitungan saja atau juga dengan menggunakan rukyatul hilal.