Adanya pandemi ini mengakibatkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ditutup sementara dan akan dibuka dalam waktu terdekat ini, mengapa demikian?

Beberapa hari yang lalu, dua masjid suci di Arab Saudi ini tutup karena adanya virus corona yang semakin tersebar di seluruh dunia, hingga di Arab Saudi. Tersebarnya virus corona ini mengakibatkan seluruh masjid-masjid besar tidak diperbolehkan sholat berjama’ah dalam jumlah banyak.

Sehingga, kebijakan pemerintah Arab Saudi tidak membolehkan orang umum untuk sholat berjama’ah atau iktikaf di masjid, yang diperbolehkan hanya petugas saja. Namun, dikabarkan bahwasanya di Arab Saudi akan dibuka kembali 2 Masjid Suci tersebut. Yakni Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam Abid Al Thagafi membenarkan informasi terkait pembukaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi (Haramaian) yang diungkapkan Kepala Presidensi Dua Masjid Suci, Syekh Abdurrahman Al Sudais. Menurut Sudais, dua Masjid suci akan dibuka dalam waktu dekat.

“Betul informasi itu. Insya Allah dalam waktu dekat kedua masjid suci itu akan dibuka kembali,” kata Al Thagafi.

Dia menjelaskan bahwasanya apabila Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dibuka kembali, maka dipastikan Pemerintah Arab Saudi akan menggunakan prosedur yang sangat ketat terhadap pengunjung yang masuk untuk beribadah.

Adapun para pengunjung ataupun jemaah nantinya yang diizinkan masuk hanya mereka yang telah dipastikan terbebas dari virus corona jenis baru (Covid-19). Terkait dengan waktu pasti dibukanya kembali Masjid Haramain bagi jemaah, pihaknya belum dapat memastikan lebih lanjut. 

Yang pasti, apabila proses tahap demi tahap yang tengah dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi telah rampung, maka pengumuman dibukanya kembali Masjid Haramain akan disampaikan.

“Kita akan sama-sama menunggu dalam waktu dekat Masjidil Haram dan Nabawi dibuka kembali. (Jika waktunya tiba) maka informasi ini akan kami sebarkan kepada seluruh jemaah di dunia,” ujar dia. 

Sebelumnya Kepala Presidensi Umum Arab Saudi untuk Urusan Dua Masjid Suci, Abdurrahman Al Sudais, pada hari Rabu (29/4), mengatakan bahwasanya kedua Masjid suci itu akan dibuka dalam waktu dekat, tanpa menjelaskan waktu secara pasti.  

“Akan datang hari-hari ketika kesedihan akan diusir dari umat Islam dan kami kembali ke Dua Masjid Suci untuk Tawaf (mengelilingi Kabah Suci), Sa’i (ritual mempercepat di antara bukit-bukit Safa  dan Marwa) dan berdoa di Al-Rawdah Al-Sharifa dan menyapa Nabi Muhammad SAW,” kata Al-Sudais dalam sebuah video yang diposting di media sosial, yang dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (30/4).

Dia menegaskan bahwasanya jika kehidupan normal akan segera kembali. Dan menekankan bahwa Riyadh ingin menciptakan lingkungan yang kuat dan sehat. Pejabat Arab Saudi meminta umat Islam untuk tidak terburu-buru menghapus aturan pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah. Kebijakan itu diambil sebagai bagian dari tindakan pencegahan untuk membendung penyebaran virus Covid-19.